Analis: Serangan AS atas Pemimpin Taliban Pukulan bagi Prospek Perdamaian Afghanistan


CjAzNvNUgAAh88gKARACHI, muslimdaily.net – Dalam penegasan Presiden AS, Barrack Obama, atas klaim kematian pemimpin Taliban Syeikh Mullah Akhtar Mansur oleh serangan pesawat tak berawak (drone), Sabtu (21/05/2016), membuat prospek perdamaian di Afghanistan yang dilanda perang akan cenderung sia-sia (gagal), analis mengatakan.

“Itu bukan serangan pesawat tak berawak terhadap Mullah Mansoor, melainkan serangan pada upaya-upaya untuk membawa Taliban kembali ke pembicaraan damai,” Rahimullah Yusufzai, seorang ahli mengenai urusan Afghanistan berbasis Peshawar, mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin ( 23/05/2016).

“Tewas atau tidaknya Amir Taliban, serangan pesawat tak berawak tersebut benar-benar telah menghancurkan kemungkinan pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan, setidaknya dalam waktu dekat,” kata Yusufzai, mengacu pada laporan yang saling bertentangan – oleh AS, Pakistan, Kabul dan Taliban – mengenai kondisi Syeikh Mullah Mansur.

Bagaimanapun, Yusufzai percaya serangan tersebut akan membuat pejuang Taliban untuk meningkatkan perjuangan mereka bertahun-tahun di Afghanistan.

“Saya melihat lebih banyak pertumpahan darah di Afghanistan dalam beberapa hari mendatang, dengan Taliban kemungkinan akan mengintensifkan serangan mereka terhadap pasukan AS dan Afghanistan, seperti yang mereka lakukan setelah Mansoor menggantikan (almarhum) Mullah Omar,” katanya.

Dia merujuk serangkaian serangan berani Taliban yang dilakukan di Afghanistan – termasuk penguasaan kota strategis Kunduz dan beberapa kabupaten di provinsi Helmand – menyusul runtuhnya pembicaraan damai tahun lalu.

Sejak itu, beberapa upaya telah dilakukan untuk membawa Taliban kembali ke meja perundingan, tetapi sebagian besar gagal membuahkan hasil.

Yusufzai percaya sekarang akan ada pertempuran yang lebih besar antara Pakistan dan Taliban Afghanistan – terutama jika Pakistan diketahui terlibat dalam serangan yang menargetkan Mansoor.

“Meskipun Islamabad menolak klaim AS bahwa Washington memberitahu Pakistan mengenai serangan pesawat tak berawak tersebut sebelumnya, langkah itu tetap akan mempengaruhi tingkat pengaruh Pakistan atas Taliban,” katanya.

Analis juga percaya bahwa serangan pesawat tak berawak hari Sabtu menunjukkan perubahan besar dalam kebijakan AS dalam hal proses rekonsiliasi Afghanistan.

“Ini adalah pertama kalinya (AS) melakukan serangan pesawat tak berawak di Balochistan (sebuah provinsi barat daya Pakistan),” kata analis keamanan berbasis Islamabad, Mahmood Shah.

Sebelumnya, kata dia, daerah yang ditunjuk untuk serangan drone AS adalah suku baratlaut sabuk Pakistan di sepanjang perbatasan Afghanistan, sejalan dengan perjanjian diam-diam antara Islamabad dan Washington.

Menurut Shah, yang pada tahun 2003-2005 menjabat sebagai kepala administrasi suku sabuk yang terbentang sejauh 700-kilometer, dengan melakukan pemogokan di Balochistan, Washington telah memberikan pesan yang jelas kepada Pakistan – dan Taliban – bahwa mereka akan menargetkan siapa pun, di mana saja, yang menentang kepentingannya di Afghanistan.

Terlebih lagi, analis mengklaim, kematian pemimpin Taliban ini – jika sudah dikonfirmasi – kemungkinan akan terjadi perdebatan internal lain dalam jajaran kepemimpinnan Taliban mengenai penggantinya.

“Jika Taliban berhasil dengan cepat memilih pemimpin baru dan tidak terjadi perdebatan  kekuasaan, AS tidak akan mendapat keuntungan sama sekali dari kematian Mullah Akhtar Mansoor,” kata Shah.

taliban

Category: Internasional
No Response

Leave a reply "Analis: Serangan AS atas Pemimpin Taliban Pukulan bagi Prospek Perdamaian Afghanistan"