Sunday 7th March 2021

Dibalik Rekayasa Pencabutan Perda Islami, Saenih Diberi Uang Satu Juta oleh Kompas TV


Ilustrasi tayangan langsung di sebuah stasiun tv tentang kasus Ibu Saeni/si online


Inilah beritanya.

***

Ternyata Ibu Saenih Diberi Uang Satu Juta Oleh Kompas TV

kumpul

JAKARTA (fokusislam) – Babak baru tentang drama Ibu Saenih, pemilik warteg yang dirazia satpol PP Serang Banten kembali dimulai. Investigasi terhadap drama ini terus dilakukan guna menguak fakta sebenarnya yang banyak disembunyikan oleh media.

Kalau sebelumnya diberitakan bahwa donasi untuk ibu Saenih mencapai ratusan juta dan berasal dari berbagai sumber – termasuk dari Presiden Jokowi, ternyata media Kompas TV yang mengangkat berita Ibu Saenih juga ikut memberikan sumbangan. Hal itu diakui oleh Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugraha.

Menurut Yogi, medianya telah memberikan uang senilai satu juta rupiah kepada ibu Saenih, pemilik warteg yang melanggar perda No. 2 tahun 2010. Yogi mengatakan uang yang diberikan kepada ibu pedagang yang dirazia Satpol PP Kota Serang, Banten karena berjualan siang hari di bulan puasa sebagai dana nara sumber.

 “Uang satu juta itu, dana narsum. Itu ada biayanya,” kata Yogi kepada wartawan di Gedung Kompas, Jalan Palmerah Selatan No. 1, Jakarta Pusat seperti dikutip dari panjimas, Sabtu (18/6/2016).

Yogi menegaskan pemberian itu lazim diberikan kepada semua narasumber.

“Jadi bukan karena Kompas kasian, lalu diberikan satu juta. Engga. Itu kami berikan karena dia menjadi narasumber,” pungkasnya.

Sementara itu pengakuan berbeda terlontar dari Ibu Saenih. Ibu Saenih mengatakan dirinya telah menerima uang dari Kompas sebagai uang pengganti modal. Setelah dagangannya diangkut oleh Satpol PP.

“Saya baru menerima uang satu juta rupiah dari Kompas katanya sebagai uang pengganti modal,” kata bu Saenih saat diwawancara. (azman)

Sumber: fokusislam.com/ Sabtu, 18 Jun 2016

***

Upaya Pencabutan Perda Syariah Lewat Rekayasa Kasus Ibu Saeni

polemik razia

Ilustrasi tayangan langsung di sebuah stasiun tv tentang kasus Ibu Saeni

Jakarta (SI Online) – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) memastikan adanya kepentingan terselubung di balik penggalangan dana untuk Ibu Saeni (53) yang rumah makan (warteg) miliknya dirazia Satpol PP Kota Serang, Banten.

Ketua Umum Pemuda LIRA DPW Banten Novis Sugiawan mendapati fakta bahwa saat razia berlangsung 12 Juni lalu, Saeni diminta salah satu oknum media untuk menangis histeris seolah-olah sedang terzalimi dan terkesan petugas mengacak-acak wartegnya.

“Padahal faktanya, Satpol PP menyita semua makanan dan berharap Ibu Saeni datang ke kantor Satpol PP untuk pembinaan dan pengarahan. Untuk tidak membuka warung sesuai waktu yang ditetapkan Pemkot Serang yaitu sekitar pukul 16.00 WIB, dan seluruh makanannya dikembalikan,” jelasnya, Sabtu (18/6/2016).

Namun, lanjut Novis, Saeni justru tidak memenuhi undangan ke kantor Satpol PP. Selang beberapa hari kemudian, kondisinya direkayasa oleh oknum media yang menggambarkan sedang terbaring sakit di lantai dan kumuh. Seolah-olah, perempuan asli Tegal, Jawa Tengah itu sudah jatuh miskin dan tidak punya apa-apa pasca dagangannya disita Satpol PP yang menegakkan perda syariah di bulan suci Ramadhan. Padahal, dua warteg lainnya milik Saeni masih aktif berjualan.

Rekayasa penderitaan Saeni ditambah dengan munculnya penggalangan dana lewat media sosial untuk membantu kesulitannya.

“Ada juga settingan provokasi awal untuk penggalangan dana sehingga masyarakat luas mengikuti penggalangan dana atas dasar kemanusiaan karena tindakan kejam pemkot atas penegakan syariat Islam di bulan Ramadhan. Dari sini, saya mengambil kesimpulan bahwa ini adalah settingan oknum yang ingin perda syariah dicabut,” beber Novis.

Dia menambahkan, penderitaan Saeni yang direkayasa menjadi batu loncatan atas agenda terselubung pihak-pihak tertentu. Di mana, dengan sengaja menciptakan isu nasional yang bertujuan untuk mencabut perda-perda syariah di seluruh Indonesia.

“Ini adalah proxy war yang dibuat oleh kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab. Sehingga memecah belah NKRI dan khususnya umat Islam,” tandas Novis.

red: adhila

sumber: rmol.co/si online

***

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Dibalik Rekayasa Pencabutan Perda Islami, Saenih Diberi Uang Satu Juta oleh Kompas TV"


Top