Keberislaman Kota Harusnya Dilihat dari Sisi Legislasi dan Kepemimpinan


Republika/Darmawan

Wartawan Senior Harian Republika Nasihin Masha (tengah) saat menjadi pembicara pada diskusi hasil penelitian Indeks Kota Islami Indonesia, di Jakarta, Selasa (17/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maarif Institute baru saja merilis hasil penelitian mereka tentang Indeks Kota Islami (IKI). Wartawan senior yang juga mantan pemimpin redaksi Republika Nasihin Masha menilai keberislaman sebuah kota seharusnya juga dilihat dari legislasi atau peraturan daerah yang mendukung terciptanya kehidupan khas Islam.

Selain itu, keberislaman perlu pula dilihat dari praktik di lapangan, bukan hanya dari data dokumen pemerintahan. Tak hanya itu, kepemimpinan juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberislaman sebuah kota.

''Pemimpin harus bisa mengambil langkah yang Islami ketika menghadapi sebuah dinamika di masyarakat,'' katanya, kepada Republika.co.id, selasa (17/5).

Meski demikian, Nasihin menjelaskan, penelitian IKI ini merupakan upaya objektifikasi sistem keyakinan. "Selama ini kita tidak pernah mengecek sistem keyakinan itu ke dalam kehidupan sehari-hari secara ilmiah,'' ujarnya lagi.

Menurut Nasihin, penelitian ini akan menjadi ukuran untuk melihat seberapa jauh nilai-nilai Islam itu telah menjadi budaya. "Ini akan menjadi langkah yang bersejarah ke depannya," tegas Nasihin. Meski secara keseluruhan masih memiliki banyak kelemahan, menurut Nasihin, penelitian ini merupakan langkah awal dan inisiatif yang sangat bagus untuk ditindaklanjuti.

Nasihin mengatakan, hasil penelitian ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemimpin, baik itu tokoh masyarakat, ulama, maupun tokoh politik dan organisasi kemasyarakatan dalam merumuskan program maupun ideologinya. Dengan demikian, hasil penelitian tersebut bisa menjadi panduan bagi mereka untuk membuat program yang lebih baik lagi.

 

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Keberislaman Kota Harusnya Dilihat dari Sisi Legislasi dan Kepemimpinan"