Sunday 28th February 2021

Kebijakan Nyeleneh “Hormati yang Tidak Puasa” Dikecam Ulama


Muslim yang tidak berpuasa (tanpa udzur) di bulan Ramadhan seharusnya dihukum, bukan malah dihormati.

Inilah beritanya.

***

KH Syahid Joban Peringatkan Dedi Mulyadi dengan Hadits Nabi

syahid_joban

Pimpinan Lembaga Dakwah Manhajus Sholihin, KH Muhammad Syahid Joban. (foto: suara islam)

Purwakarta (SI Online) – Kebijakan bertajuk “Ramadhan Toleran” oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang mempersilahkan warung makan buka selama 24 jam selama Ramadhan menuai protes dari kalangan ulama, salah satunya oleh KH. Muhammad Syahid Joban.

Pimpinan Lembaga Dakwah Manhajus Sholihin itu mengatakan, semenjak Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan nyeleneh tersebut, ternyata mendorong orang yang lemah iman berdatangan ke rumah makan dan secara terang-terangan mereka makan dan minum di siang bulan Ramadhan. (baca: Hasil Kebijakan Dedi Mulyadi, Orang Bebas Makan di Bulan Ramadhan)

Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam bahwa setiap muslim yang tidak berpuasa (tanpa udzur) di bulan Ramadhan seharusnya dihukum, bukan malah dihormati. Ia pun mengutip salah satu hadits yang berkenaan masalah tersebut.

Al-Imam Muhyiddin An-Nawawi dalam menjelaskan Hadits Riwayat Muslim 1/53 Kitabul Iman, “Bab al-Amru biqital an-Nas Hatta Yaqulu Laila Illallah Muhammad Rasulullah”, beliau menjelaskan:

أن الصوم لا يقاتل الإنسان عليه، بل يحبس ويمنع الطعام والشراب

“Bahwasanya (meninggalkan) puasa tidaklah (menjadikan) manusia diperangi, akan tetapi dipenjara dan ia dilarang untuk makan dan minum”.

Joban menjelaskan, dari penjelasan Al-Imam an-Nawawi tersebut dapat diambil faidah bahwa:

Pertama, puasa adalah syariat yang wajib dilaksanakan setiap Muslim di bulan Ramadhan terkecuali yang udzur syar’i.

Kedua, yang wajib dihormati adalah mereka yang menjalankan kewajiban puasa bukan sebaliknya, maka bagi mereka yang tidak berpuasa sebaik mungkin tidak memancing orang untuk membatalkan puasanya.

Ketiga, pernyataan Imam Nawawi sangat jelas bahwa mereka yang menyengaja di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i harus mendapat hukuman penjara dan dilarang untuk makan dan minum, bukan malah dihormati.

Keempat, pernyataan harus menghormati mereka yang tidak berpuasa dapat menimbulkan persepsi bahwa pembuat pernyataan tersebut menyuruh kita untuk “menghormati pelanggar syari’at Allah” yang seharusnya harus kita cegah.

Dan yang kelima, pernyataan yang mengatakan harus menghormati orang yang tidak berpuasa, tidak lain adalah pernyataan yang tidak ada dasar dalam agama.

Jadi, kata Joban, Ramadhan Toleran ala Dedi Mulyadi ini sebetulnya mendorong orang untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat. “Karena dengan membolehkan rumah makan buka 24 jam sama dengan merestui menjual sesuatu yang dipergunakan untuk orang melakukan dosa,” jelasnya.*/ suara-islam.com – Sabtu, 11/06/2016

***

Hasil Kebijakan Dedi Mulyadi, Orang Bebas Makan Minum di Siang Bulan Ramadhan

warung_purwakarta_ramadhan

Salah satu foto yang diunggah Syahid Joban memperlihatkan bagaimana seorang anak muda merokok di siang hari pada bulan Ramadhan

Purwakarta (SI Online) – Kebijakan bertajuk “Ramadhan Toleran” oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang mempersilahkan warung makan buka 24 jam selama Ramadhan menuai protes dari kalangan ulama, salah satunya oleh KH. Muhammad Syahid Joban.

Pimpinan Lembaga Dakwah Manhajus Sholihin itu mengatakan, semenjak Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan nyeleneh tersebut, ternyata mendorong orang yang lemah iman berdatangan ke rumah makan dan secara terang-terangan mereka makan dan minum di siang bulan Ramadhan.

Innalillahi Wa Innal Ilahi Roji’un.. Inikah Ramadhan Toleran? Inikah yang dimaksud dengan menghormati orang yang berpuasa dan tidak berpuasa?” ujar Joban melalui pernyataannya pada Jumat (10/6/2016).

Ia pun mengunggah beberapa foto yang didapatkan di salah satu tempat makan di Purwakarta. “Ini buah hasil Ramadhan Toleran ala Dedi Mulyadi yaitu orang dengan bebas makan minum di siang hari bulan Ramadhan,” terangnya.

Sebagai seorang pendakwah, ia memperingati Sang Bupati agar bertakwa kepada Allah. “Ittaqullah wahai Dedi Mulyadi..” seru Joban. Menurutnya, umat Islam yang tidak berpuasa (tanpa udzur) di bulan Ramadhan seharusnya dihukum, bukan malah dihormati. Hal tersebut berdasarkan hukum di dalam ajaran Islam.*/suara-islam.com – Sabtu, 11/06/2016

red: adhila

Sumber : suara-islam.com

***

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Kebijakan Nyeleneh “Hormati yang Tidak Puasa” Dikecam Ulama"


Top