Ketua MPR: Santri Tidak Boleh Minder Mengejar Cita-cita

0 33


Irwan Kelana/Republika

Tiap hari ribuan santri mengunjungi Islamic Book Fair (IBF) 2016 yang digelar di Istora Senayan Jakarta, 26 Februari hingga 6 Maret 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, KERTOSONO --Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, mengajak santri untuk percaya diri dalam menatap masa depan. Karena terbukti, banyak santri dan guru agama yang kini memegang jabatan penting.

"Ada Patrialis Akbar, ada Dahlan Iskan mereka lulusan tsanawiyah dan guru agama tapi bisa menduduki jabatan penting. Sekarang jaman sudah berubah, siapapun bisa menjadi apa yang dicitakan, termasuk para santri di sini,'' kata Zulkifli, saat menghadiri Silaturrahim Keluarga Besar Pondok Pesantren Ar Raudhotul Ilmiyah Kertosonoa, Nganjuk Jawa Timur. Acara tersebut berlangsung di pesantren Ar Raudhotul Ilmiyah Kertosonoa, Jl. Wachid Hasyim No 20 Kertosono, Sabtu (21/5).

Ketua MPR tiba di Nganjuk menggunakan helikopter. Kedatangan Zulkifli Hasan yang mengenakan safari hijau lumut disambut ratusan santri, Ar Raudhotul Ilmiyah, pengasuh dan para alumni. Ketua MPR langsung menuju ke tempat acara, untuk memulai silaturrahmi.

Menurut Zulkifli dirinya juga alumni Ibtidaiyah, lalu melanjutkan Pendidikan Guru Agama. Namun, ia memiliki kesempatan menjadi ketua MPR berkat reformasi. Karena itu, para santri harus berani memasang cita-citanya setinggi langit, tanpa harus merasa minder.

Pondok Pesantren Ar Raudhotul Ilmiyah berdiri sejak 1949. Ponpes ini didirikan oleh KH. Agus Salim Ahyar. Setelah eranya KH. Agus Salim Ahyar, pesantren ini dipimpin,KH. Mustain Kastan. Saat ini Ponpes Ar Raudhotul Ilmiyah mendidik sekitar 800 santri, dan dipimpin KH. Ali Mansyur. Ar Raudhotul Ilmiyah dikelola Yayasan Taman Pengetahuan Kertosono, Nganjuk Jawa Timur.

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Ketua MPR: Santri Tidak Boleh Minder Mengejar Cita-cita"