'Mindanao Examiner’ Kisahkan Peran Kivlan Zein Membebasan Sandera


AP

Gerilyawan MORO.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dalam pembebasan sandera pelaut Indonesia yang disekap kelompok Abu Sayaf di Filipina, peran Kivlan Zein ternyata memang tak bisa dianggap sebelah mata.

Jasa Kivlan yang mantan komandan pasukan perdamaian Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk perdamaian di Filipina tahun 1996 itu terbukti dengan adanya artikel berita, foto, dan video yang dirilis pleh harian ‘Mindano Exminer’ edisi Kamis 12 Mei 2016 dan ditayangkan pada pukul 06:48 waktu setempat. Laporan ini ditulis oleh seorang jurnalisnya yang bernama Ely Dumaboc.

Artikel berita itu berjudul ‘Sayyaf frees 4 Indon sailor in Philillines’ (Abu Sayyaf bebaskan 4 Pelaut Indonesia di Filipina).

Adanya artikel ini jelas menepiskan begitu banyak klaim atas pihak-pihak di Indonesia yang menyatakan berjasa dalam negoisasai pembebasan sandera. Bahkan saking semangatnya, klaim dari jasa pembebasan tersebut menjadi terlihat aneh karena kemudian berubah sebagai sebuah pecitraan politik. Akibatnya, keadaan malah kontra produktif. Segala klaim yang mereka nyatakan tersebut dijadikan bahan ‘olok’olok’ publik di media sosial (netizen).

Berikut terjemahan artikel tersebut dalam bahasa Indonesia:

Sulu — Kelompok Abu Sayyaf  telah membebaskan empat pelaut Indonesia pada Rabu lalu setelah serangkaian negosiasi dengan mantan kelompok pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro di provinsi Filipina selatan, Sulu.

Tokoh MNLF  Nur Misuari berhasil membujuk Abu Sayyaf untuk membebaskan para pelaut tanpa tebusan, yang mana kemudian gubernur provinsi Totoh Tan, yang kemudian menerima para sandera Indonesia itu  di rumahnya di kota Jolo.

Istri Misuari, Tarhata, dan mantan jenderal angkatan darat Indonesia Kivlan Zein Didampingi para pelaut - Mochammad Ariyanto Mijnan, Lorens Peter Dede Irfan Hilmi dan Samsir ikut — ikut hadir dalam acara penyerahan sandera itu kepada Tan.

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "'Mindanao Examiner’ Kisahkan Peran Kivlan Zein Membebasan Sandera"