PBB: Milisi Syiah Siksa Warga Sipil Sunni yang Melarikan Diri dari Fallujah


5e3aaf71adbb4914a277749660dde6b9_18FALLUJAH, muslimdaily.net – Kepala HAM PBB mengatakan ada “laporan sangat menyedihkan, yang dapat dipercaya” bahwa warga Irak yang melarikan diri dari pertempuran di Fallujah menghadapi pelecehan ekstrim dan bahkan kematian di tangan kelompok bersenjata Syiah yang bersekutu dengan pasukan pemerintah, Aljazeera melaporkan Selasa (07/06/2016).

Zeid Ra’ad al Hussein, mengutip keterangan saksi, mengatakan pada hari Selasa bahwa pelecehan termasuk laporan beberapa eksekusi pria dan anak laki-laki, yang mencoba melarikan diri dari kota yang dikuasai oleh kelompok Islamic State (IS).

“Saksi mata menggambarkan bagaimana kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi dalam mendukung pasukan keamanan Irak menahan para lelaki untuk ‘pemeriksaan keamanan’,” kata Zeid.

“Pemeriksaan keamanan ini dalam beberapa kasus meningkat menjadi pelanggaran fisik dan bentuk kekerasan lainnya, ternyata dalam rangka untuk memperoleh pengakuan paksa.”

Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa mereka telah menerima laporan bahwa sedikitnya 21 laki-laki telah dieksekusi.

“Kami tidak dapat mengkonfirmasi laporan tetapi mereka tampaknya kredibel.”

Militer Irak saat ini sedang melakukan operasi militer besar-besaran terhadap pasukan IS, di luar Fallujah, dekat dengan ibukota Baghdad.

Kepala HAM PBB mengatakan bahwa penduduk yang melarikan diri dari kota telah menderita “dua setengah tahun hidup dalam penderitaan” di bawah pemerintahan IS dan menghadapi bahaya besar jika melarikan diri sekaligus “double jeopardy dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius.”

Pemerintah Irak memiliki kepentingan sah dalam memeriksa orang yang mengungsi dari daerah kekuasaan IS untuk memastikan mereka tidak menimbulkan risiko keamanan atau diduga terlibat dalam kekejaman, namun proses harus dilakukan oleh organ hukum, kata kepala HAM PBB.

“Sangat penting bahwa semua individu yang melarikan diri dari kekerasan di sekitar Fallujah harus diasumsikan sebagai warga sipil tanpa dihubungkan ke kelompok-kelompok bersenjata, kecuali ada bukti yang jelas dan meyakinkan,” katanya.

Zeid meminta pemerintah Irak segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa mereka mempraktekkan janji melindungi warga sipil dan membawa orang ke pengadilan jika melanggar hak asasi manusia.

Sejak Januari 2014, ketika Fallujah ditangkap oleh IS, sedikitnya 22.169 warga sipil telah tewas dan 43.435 lainnya terluka di Irak, menurut kantor Zeid. Angka-angka ini tidak termasuk Propinsi Anbar, di mana Fallujah terletak.

Category: Internasional
No Response

Leave a reply "PBB: Milisi Syiah Siksa Warga Sipil Sunni yang Melarikan Diri dari Fallujah"