Pedapatan Premi Allianz Syariah Rp 739 Miliar

0 40


Republika/ Tahta Aidilla

Pekerja melintas pada kantor asuransi Allianz di Jakarta, Jumat (18/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan asuransi Allianz Life Syariah mencatat pendapatan premi bruto sebesar Rp 739,10 miliar pada 2015 atau mengalami peningkatan 7,2 persen di tahun 2014 sebesar Rp 689,6 miliar.

"Kinerja tahun 2015 ini ditopang oleh minat masyarakat Indonesia terhadap produk asuransi syariah yang terus meningkat setiap tahunnya. Ini ditunjukkan dengan penambahan 24.000 polis baru," kata Chief Sharia and Corporate Communication Allianz Life Indonesia Kiswati Soeryoko pada paparan kinerja Allianz Life Syariah 2015 di Jakarta, Selasa (10/5).

Kiswati mengatakan hasil positif kinerja juga ditunjukkan pada laba bersih dan total aset bisnis syariah yang tumbuh sebesar masing-masing 70,1 persen dan 13,3 persen dibandingkan 2014. Distribusi keagenan secara konsisten memberikan konstribusi cukup besar yakni 85,3 persen atau sebesar Rp630,4 miliar dari total pendapatan premi bruto.

Sementara itu, jalur distribusi "bancassurance" berkontribusi 10 persen dari total pendapatan premi atau sebesar Rp 76,83 miliar. Hingga 31 Desember 2015, Allianz Syariah didukung oleh lebih dari 3.800 agen yang telah terlisensi syariah dan dua mitra bank.

Untuk total dana tabarru atau kumpulan dana dari peserta, perusahaan membukukan sebesar Rp 369,86 miliar atau meningkat 37,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio pencapaian solvabilitas dana tabarru hingga 31 Desember 2015 sebesar 475 persen yakni jauh melampaui ketentuan minimun yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan sebesar 30 persen.

Realisasi pembayarain klaim kepada nasabah juga menunjukkan peningkatan sebesar 31 persen atau sebesar Rp 231,57 miliar.  "Kami menerima kepercayaan nasabah yang lebih besar dengan total dana kelolaan unit syariah mencapai Rp1,7 triliun atau tumbuh sebesar 13,9 persen dibanding 2014," ujar Kiswati.

 

Category: Ekonomi
No Response

Leave a reply "Pedapatan Premi Allianz Syariah Rp 739 Miliar"