Pemerintah Meminta Masyarakat Bijak Bila Penentuan Awal Puasa Berbeda


Jusuf KallaJAKARTA, muslimdaily. net – Pemerintah meminta masyarakat bersikap bijak bila terdapat perbedaan awal Ramadhan antar umat Islam di Indonesia. Seharusnya, perbedaan tersebut tak dijadikan sebagai masalah.

Dalam pidatonya Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyatakan bahwa sejak dahulu memang terdapat perbedaan pandangan terkait hisab dan rukyat. Namun, perbedaan pandangan tersebut tak membuat terjadinya masalah di Indonesia. Ia pun meyakini kerukunan antarumat Islam akan tetap terjaga.

“Hadapi dengan bijaksana, enggak ada soal,” katanya seperti yang dikutip ROL, Sabtu (4/6).

Sebelumnya, MUI Pusat memperkirakan satu Ramadhan 1437 Hijriah berpotensi sama antara PP Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dengan pemerintah, yakni Senin (6/6).

“Sudah bisa diperkirakan awal puasanya sama pada Senin 6 Juni,” ujar Ketua Umum MUI Pusat KH Ma’ruf Amin di Surabaya, Jumat (3/6).

Menurutnya, potensi tidak ada perbedaan awal Ramadhan antarumat Islam di Indonesia karena posisi hilal sudah tinggi atau di atas dua derajat. Sehingga sangat besar kemungkinan pada saat Rukyatul Hilal mendatang sudah tampak.

Meski tidak ada potensi perbedaan, kata dia, namun Pemerintah Pusat dan sejumlah Ormas Islam di Tanah Air belum memiliki kesepakatan terkait penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha mendatang.

 

Category: Internasional
No Response

Leave a reply "Pemerintah Meminta Masyarakat Bijak Bila Penentuan Awal Puasa Berbeda"