10 Warga Mampus, Sultan Minta Warung Tak Jual Cap Tikus

0 35


Sri Sultan Hamengku Bawono X @istimewa

Sri Sultan Hamengku Bawono X @istimewa

YOGYAKARTA, Muslimdaily.net- 10 warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikabarkan tewas seusai menenggak minuman Cap Tikus alias minuman keras (miras) pada pekan lalu. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Bawono X, merespon kejadian ini dengan langkah tegas. Ia akan menutup warung-warung yang nekat menjual miras.

“Silakan polisi memproses. Saya harap tidak ada lagi warung yang menjual miras oplosan,” kata Sri Sultan Hamengku Bawono X di komplek Kepatihan, Jl Malioboro, Yogyakarta, Senin (16/5/2016) seperti yang dilansir dari Detik.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) DIY akan menggelar operasi besar-besaran untuk menumpas penyakit masyarakat. Salah satunya adalah minuman keras. Operasi ini dilakukan pasca-kematian 10 warga DIY akibat menenggak miras.

“Kami akan gelar operasi di semua wilayah,” ujar Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat, Senin (16/5/2016) seperti yang dilansir dari Kompas.

Berikut adalah 10 warga Bantul yang tewas usai tenggak miras:

  1. Budi Kahono (37), warga Demangan, Ponogaran, Jambidan, Banguntapan, Bantul.
  2. Sigit Purnomo (29), warga Genengan, Mertosanan Kulon, Potorono, Banguntapan, Bantul.
  3. Eko Purwoko (30), warga Salakan, Bangunharjo, Sewon Bantul.
  4. Gunawan (36), warga Randubelang, Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.
  5. Pardiyo (41), anggota TNI AD asal Krondahan, Pendowoharjo.
  6. Sujiyo (52), warga Mrican, Umbulharjo, Yogyakarta.
  7. Wahyudi (31), warga pacar, Timbulharjo, Sewon.
  8. Nurdin (32), warga Ngablak, Sitimulyo, Piyungan.
  9. Sudarno alias Kisud (46), warga Trayeman, Tambalan, Pleret.
  10. Sabri, warga Ponggalan, Umbulharjo, Yogyakarta.

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "10 Warga Mampus, Sultan Minta Warung Tak Jual Cap Tikus"