Thursday 8th April 2021

Astaghfirullaah… Sana Sini Remaja Jadi Pemerkosa, Para Durjana Makin Pura Pura


Ini yang Mabuk Siapa

Di saat gadis-gadis kecil muslimah diperkosa ramai-ramai oleh para remaja pemabok miras (khamr) yang kranjingan film porno, akibatnya gadis cilik itu sampai mati seketika di Bengkulu Sumatra. Disusul kemudian gadis kecil diperkosa ramai-ramai pula di rumah kosong oleh sejumlah pemabuk miras dan kranjingan film porno pula, lalu mereka digrebek masyarakat ketika para pemabuk bejat itu sedang memperkosa gadis cilik ramai-ramai di Jatinom Klaten Jawa Tengah.

Saat itu pula media yang tampaknya tak memperhitungkan masalah perusakan moral bangsa mengadakan dan menyebarkan lomba miss-miss-an yang berkedok Islami dengan dikerudungi dan disebut lomba maksiatnya itu dengan embel-embel muslimah (kontes puteri muslimah indonesia).  Media-media busuk lainnya pun ikut menyiar-nyiarkannya.

Hati ini tersayat-sayat. Bukan hanya karena bejatnya anak-anak, tetapi lebih dari itu karena kebejatan anak-anak itu merupakan akibat buruk dari durjana-durjana berbagai pihak. Tingkah-tingkah bejat dan sadis itu menimpa anak-anak kecil. Dan yang sangat memukul perasaan, yang jadi pelaku-pelaku bejat itu, mereka masih anak-anak sudah jadi pemerkosa. Itu sudah sangat memprihatinkan dan menyayat hati. Namun lebih menyayat lagi adalah tingkah durjananya manusia-manusia dan media-media busuk. Mereka bukan ikut andil untuk mencegah kerusakan, dan memperbaiki keadaan, namun justru sebaliknya. Bagai memberi bahan bakar untuk lebih tersulutnya api.

Yang merusak bangsa lewat miras tetap gigih merusak dengan aneka cara.

Yang merusak bangsa lewat muatan-muatan porno tetap gencar merusak dengan aneka cara.

Yang merusak Islam tapi atas nama (berkedok) Islami tetap merusak dengan aneka cara.

Ini yang mabuk siapa.

Dikira semua ini akan bebas-bebas saja. Apakah dikira para pemimpin dan penguasa serta media-media itu tidak akan dimintai tanggung jawabnya? Justru merekalah yang pertama kali akan dimintai tanggung jawabnya. Kalau toh di dunia ini mereka bisa cengengesan semaunya, rasakan kelak di akherat balasannya yang sangat mengerikan.

Betapa beratnya. Namun seolah kini betapa tiada bebannya. Seakan semuanya ora opo-opo.

Ini yang mabuk siapa.

Ibarat azab sudah di atas kepala, namun mata dan telinga masih tak mau melihat dan mendengarnya.

Pantas saja, dalam kisah bejatnya manusia di zaman Nabi Luth ‘alaihissalam, dalam menghadapi rusaknya manusia itu tinggal ada pertanyaan singkat:

{أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ } [هود: 78]

Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal? [Hud: 78]

Dan kini aku bertanya-tanya. Sudah datangkah waktunya, apa yang disabdakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini.

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Allahul Musta’an. Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

 Hartono Ahmad Jaiz

***

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Astaghfirullaah… Sana Sini Remaja Jadi Pemerkosa, Para Durjana Makin Pura Pura"


Top