Banyak Ahli Waris Minta Kembaikan Tanah Wakaf tak Bersertifikat


blogspot.com

Tanah wakaf (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam menjelaskan, besarnya potensi wakaf juga dibarengi banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Khususnya untuk wakaf uang dan wakaf harta tidak bergerak alias tanah.

Jika wakaf uang dihadapkan pada rendahnya kesadaran masyarakat, dia menjelaskan, wakaf harta tidak bergerak juga masih terlilit problem sertifikasi yang belum tuntas. Sampai saat ini, masih banyak tanah wakaf yang tidak bersertifikat dan pada akhirnya kemudian menuai masalah hukum. 

Menurut Nur Syam di Bengkulu, Ahad (22/5), seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id, ada sejumlah orang yang menuntut dikembaikannya tanah wakaf kepada ahli waris disebabkan tanah wakaf tersebut belum diserfikatkan. Di sisi lain, tanah wakaf kebanyakan idle atau tidak didayagunakan untuk kepentingan yang lebih luas. 

“Diversifikasi usaha yang dilakukan Nadzir terkait dengan wakaf belum memberikan dukungan yang memadai untuk kepentingan pemberdayaan ekonomi umat. Akibatnya, produktifitas tanah wakaf rendah,” kata Nur Syam.

Pola pengelolaan wakaf secara konvensional harus segera diubah dan itu harus didukung  SDM yang andal sehingga didukung data akurat dan teknologi IT yang memadai. Di hadapan penanggung jawab pengelolaan wakaf di Kanwil Kemanag seluruh Indonesia, Nur Syam meminta agara pengelolaan wakaf ke depan sudah menggunakan manejemen modern. 

“Sudah bukan saatnya wakaf dikelola dengan cara-cara atau manajemen apa adanya atau manajemen tradisional. Para pengelola wakaf harus memiliki visi dan misi pengembangan manfaat wakaf berbasis pada pemikiran modern, di mana basis data, IT dan SDM yang mengelolanya memiliki kapasitas yang memadai,” pesan Nur Syam. 

“Jika hal ini tidak dilakukan, saya khawatir potensi wakaf kita yang luar biasa besar tidak akan bisa digarap sesuai dengan fungsinya bagi masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Sebagai contoh, Nur Syam menyebut model pengelolaan wakaf di  Malaysia, Singapura dan  Mesir yang dilakukan dengan baik sehingga bisa dilakukan  diversifikasi kemanfataannya. “Al Azhar University di Mesir adalah lembaga pendidikan yang digerakkan melalui wakaf yang diversifikatif,” kata dia.

Category: ZISWaf
No Response

Leave a reply "Banyak Ahli Waris Minta Kembaikan Tanah Wakaf tak Bersertifikat"