Bazda NTB Komitmen Kurangi Kemiskinan 10 Persen

0 46


Republika/ Tahta Aidilla

Zakat

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM  -- Badan Amil Zakat Nasional Nusa Tenggara Barat berkomitmen membantu pemerintah daerah mengentaskan kemiskinan sebesar 10 persen dari total penduduk miskin di NTB.

Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Awaluddin, mengatakan amanah pengentasan kemiskinan sebesar 10 persen tersebut merupakan kesepakatan pada saat pertemuan Baznas seluruh Indonesia di Jakarta pada Mei 2016.

"Semua Baznas Provinsi hingga kabupaten/kota diberikan amanah mengentaskan kemiskinan sebesar 10 persen dari total penduduk miskin di daerahnya," katanya.

Data Badan Pusat Statistik NTB, secara agregat jumlah penduduk miskin di NTB bertambah dari 816.621 orang pada September 2014 menjadi 823.890 orang pada Maret 2015, atau dengan kata lain jumlah penduduk miskin bertambah sebanyak 7.269 orang.

Sedangkan secara persentase penduduk miskin meningkat dari 17,05 persen per September 2014 menjadi 17,10 persen per Maret 2015, atau penduduk miskin meningkat sebanyak 0,05 persen.

NTB berada di urutan ke-28 dari 34 provinsi, atau berada di posisi tujuh dari bawah.

Awaludin mengatakan, upaya yang dilakukan untuk mewujudkan penurunan angka kemiskinan sebesar 10 persen dilakukan melalui program penyaluran zakat untuk kegiatan usaha ekonomi produktif fakir dan miskin.

Dari total zakat yang dihimpun, disepakati bahwa sebesar 70 persen disalurkan untuk modal usaha ekonomi produktif, sisanya 30 persen disalurkan untuk konsumtif atau biaya hidup fakir dan miskin serta golongan penerima zakat lainnya.

Ia menyebutkan, zakat umat yang terhimpun pada 2015 mencapai Rp6,6 miliar, di mana sekitar 95 persen bersumber dari zakat profesi para pegawai negeri sipil lingkup Pemerintah Provinsi NTB, sisanya dari kalangan dunia usaha.

Zakar miliaran rupiah tersebut sudah disalurkan untuk usaha ekonomi produktif kepada sebanyak 170 kelompok fakir miskin. Masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang. Mereka tersebar di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok, karena penduduk miskin terbanyak berada di daerah itu.

Untuk lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa juga tetap menjadi prioritas kedepannya karena sebagian penduduk miskin NTB juga berada di daerah itu.

"Penyaluran zakat produktif pada 2015 istilahnya sebagai fase pembentukan karakter, kami akan kawal 170 kelompok itu, kalau bagus mereka akan dapat bonus modal lagi Rp1 juta per kelompok," ujar Awaluddin.

Category: ZISWaf
No Response

Leave a reply "Bazda NTB Komitmen Kurangi Kemiskinan 10 Persen"