Dunia Pendidikan Sasaran Utama Lazismu

0 50


muhammadiyah.or.id

Lazismu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dana yang dikumpulkan Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) dari zakat, infak dan sedekah (ZIS) tidak hanya disalurkan berupa paket yang bersifat konsumtif tetapi juga produktif. Selama Ramadhan, Lazismu rencananya akan terus gencar membenahi kualitas dunia pendidikan di Indonesia.

Bukan tanpa alasan dunia pendidikan menjadi salah satu sasaran utama Lazismu dalam menyalurkan sejumlah dana ZIS yang terkumpul. “Pendidikan ini bisa meningkatkan kualitas hidup dan mengubah nasib seseorang seperti dari mustahik bisa jadi muzaki,” ujar Direktur Utama Lazismu Andar Nubowo kepada Republika.co.id, Selasa (14/6).

Andar Nubowo menjelaskan Ramadhan kali ini Lazismu akan membagikan paket Kado Ramadhan kepada ke 50 sekolah yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia. Dalam memilih sekolah yang layak mendapatkan bantuan, Lazismu menggunakan pendekatan Integrated Development for Education.

Bantuan yang diberikan berupa pembangunan prasarana dan pengembangan sistem pengajaran seperti perbaikan fisik sekolah dan pengadaan perpustakaan. Bantuan lain yang diberikan yaitu dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya guru seperti pemberian bantuan dana rutin bagi para guru yang selama ini mendapatkan gaji tidak layak serta pemberian beasiswa bagi pelajar dari keluarga tidak mampu.

Melalui program Save Our School (SOS), Lazismu telah membantu setidaknya 229 sekolah untuk pembangunan prasarana, mendirikan 4 sekolah kreatif, dan 6 sekolah aman di daerah bencana dan konflik. Lazismu juga sudah menyalurkan bantuan dana kepada 1450 guru dalam rangka peningkatan sumber daya pengajar. 

Sementara itu, melalui gerakan orangtua asuh Lazismu sudah memberikan beasiswa kepada 72 anak asuh dan 2908 siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Lazismu juga akan memberikan beasiswa bagi 100 mahasiswa yang tertarik dalam mengembangkan bisnis dan kewirausahaan.

 

 

Category: ZISWaf
No Response

Leave a reply "Dunia Pendidikan Sasaran Utama Lazismu"