Islam Hadir Bukan untuk Hancurkan Budaya

0 44


Republika/Adhi Wicaksono

Umat Islam Indonesia (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Masdar Farid Mas'udi mengatakan Islam hadir ke bumi bukanlah untuk menghancurkan sistem budaya, melainkan sebagai petunjuk ilahi.

"Islam datang untuk menggarisbawahi yang baik dan menyempurnakannya," ungkap Masdar Farid Mas'udi dalam Rapat Pleno ke-9 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Kamis (22/6).

Masdar Farid Mas'udi menegaskan ketikabdakwah atau risalah Islam datang ke masyarakat manapun tidak boleh dipahami sebagai kekuatan penghancur adat-istiadat atau tata budaya yang hidup di masyarakat yang ada. Kecuali, adat istiadat tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Dalam kaidah fikihnya, Masdar Farid Mas'udi menjelaskan Islam datang membawa misi untuk mempertahankan tradisi lama yang baik dan menawarkan budaya baru yang lebih baik. Dengan demikian, untuk menjadi Muslim yang baik, umat Islam tidak harus mencampakkan, mengharamkan, apalagi menghancurkan warisan budaya yang tumbuh di lingkungan sosial masing-masing, baik yang lunak maupun keras, yang berupa tata nilai tatanan sosial maupun budaya yang bersifat seperti candi, monumen dan lain sebagainya.

Perspektif Islam tentang budaya ini, menurut Masdar Farid Mas'udi penting untuk ditegaskan dengan serius mengingat belakangan ini muncul gelombang sentimen keislaman yang hendak menghancurleburkan segala sesuatu sebagaimana dipertunjukkan gelombang keislaman garis super keras di Timur Tengah.

(Baca Juga: Islam Sangat Ramah Terhadap Budaya Indonesia)

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Islam Hadir Bukan untuk Hancurkan Budaya"