Israel Tutup Tepi Barat Selama Tiga Hari Pascapenyerangan


Israel

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Militer Israel mengatakan pada Jumat (10/6), mereka akan menutup Tepi Barat hingga hari libur Yahudi Shavout pada Ahad (12/6). Penutupan dilakukan menyusul insiden penyerangan oleh warga Palestina di Tel Aviv yang menewaskan empat warga Israel.

Dikutip dari AP, tentara mengatakan penyeberangan hanya akan dibuka untuk kasus kemanusiaan dan medis serta warga Palestina yang akan beribadah ke Masjid Al-Aqsa. Alhasil, puluhan ribu warga Palestina menghadiri shalat Jumat di masjid tersebut di tengah penjagaan ketat kepolisian di Yerusalem.

Penutupan Tepi Barat pada dasarnya kerap dilakukan menjelang liburan di Israel. Sebab mereka khawatir akan penyerangan yang dilakukan warga Palestina, terutama pascainsiden di Tel Aviv Rabu (8/6) malam lalu.

Sehari setelah penembakan, Israel juga membekukan 83 ribu izin untuk warga Palestina di Tepi Barat yang akan mengunjungi kerabatnya di Israel. Tentara juga melakukan pemeriksaan di pos-pos dan membatasi gerakan masuk dan keluar dari desa tempat asal para pelaku penyerangan.

Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zeid Ra'ad al-Hussein, pada Jumat mengecam penembakan Tel Aviv. Juru bicaranya Ravina Shamdasani mengatakan Israel memiliki "kewajiban" untuk membawa mereka yang bertanggung jawab untuk menjelaskan hal ini. Tapi ia juga mengatakan tindakan menghukum "ribuan warga Palestina yang tidak bersalah", merupakan "hukuman kolektif".

Militer Israel berencana mengakhiri penutupan Tepi Barat pada Ahad malam setelah liburan Shavout berakhir

Category: Internasional
No Response

Leave a reply "Israel Tutup Tepi Barat Selama Tiga Hari Pascapenyerangan"