KAMMI Tuntut PBB Berikan Sanksi Pelaku Serangan di Aleppo


Aleppo
Serangan brutal di Aleppo menyebabkan 40 warga tewas dan lebih dari 300 warga mengalami luka-luka. (sindonews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Serangan brutal di Aleppo belum lama ini menyita perhatian dunia Islam internasional. Sebanyak 1000 roket milik teroris menyerang Aleppo sejak 23 April lalu. Sejak 27 April lalu dilaporkan 40 warga tewas dan lebih dari 300 warga mengalami luka-luka.

Kepala Departemen Dunia Islam Susanto Triyogo menyatakan bahwa KAMMI menuntut PBB segera memberikan sanksi. “PBB harus tegas memberikan sanksi keras kepada Rusia, Rezim Assad, dan sekutunya,” ujar Susanto tegas.

Ketua Bidang HLN Adhe Nuansa Wibisono menambahkan beberapa pernyataan sikap dari KAMMI.

“Pertama, pembantaian brutal pasukan Assad yg mengambil nyawa ratusan orang tidak berdosa di Aleppo merupakan perbuatan yg tidak manusiawi dan melanggar prinsip-prinsip dan hukum international. Kedua, meminta pemerintah Indonesia terlibat aktif dalam menyelesaikan konflik di Aleppo. Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia dan disisi lain  tidak sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945,” kata alumni UI ini.

Lebih lanjut, kata Adhe, adalah memberikan tekanan kepada DK PBB untuk memberikan perlindungan international bagi Rakyat Aleppo. “Point berikutnya memberikan tekanan kepada PBB untuk memberikan sanksi terhadap Rusia dan rezim Bashar Assaad atas pembantaian Aleppo,” tegasnya.

Ketua Humas Safarin Novarizal mengatakan bahwa sebagai bentuk solidaritas, KAMMI se-Indonesia akan melakukan aksi penggalangan dana serentak. “Jika pembantaian terus berlanjut, KAMMI akan mempotes kedutaan Russia  sebab terlibat tragedi pembantain tersebut,” tutupnya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,75 out of 10)

Loading...

Category: Internasional
No Response

Leave a reply "KAMMI Tuntut PBB Berikan Sanksi Pelaku Serangan di Aleppo"