Ketum Pengurus Pusat Muhammadiyah: Ghibah di Medsos Jadi Budaya Baru


medsos media sosialJAKARTA, – Menggunjing saudara, atau yang lebih dikenal dengan istilah ghibah di media sosial, memang kerap terjadi. Meski dilakukan dimedia sosial, menurut  Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir ghibah dalam media apapun tetap dilarang. Haedar mengimbau umat Islam menjauhi hal tersebut.

Dalam kenyataannya, menurut Nashir membicarakan keburukan orang lain yang terjadi di media sosial kerap dianggap oleh banyak orang bukan termasuk dalam kategori ghibah yang sangat dilarang agama.

“Ghibah di era internet makin tidak terbendung dan pelakunya merasa itu bukan ghibah,” ujar Haedar seperti yang dikutip ROL, Rabu (8/6).

Bahkan Haedar menyebut ghibah dalam infotaiment dikomoditikan hingga laris. Akibatnya orang menjadi terbiasa melakukan ghibah. Melalui Media Sosial (Medsos), kata Haedar, ghibah menjadi budaya baru. Sehingga cenderung menjadi kegemaran . “Medsos telah menjadikan orang kehilangan nilai-nilai keadaban,” kata Haedar.

Perkembangan teknologi informasi dinilainya tentu tidak bisa dihindari, termasuk dengan munculnya Medsos baru yang digemari oleh masyarakat. Menurutnya, komunikasi lewat Medsos pun kini lebih masif ketimbang bertemu secara tatap muka. Orang akan lebih mudah bisa berkomunikasi tanpa terhalang jarak dan waktu.

Hal ini, menurut Haedar, dampak ghibah melalui internet atau Medsos lebih luas. Sebab, pengguna Medsos semakin masif. “Orang jadi terbiasa dengan ghibah, menjelekkan, membuka aib, membully, bikin hoax dan bentuk ghibah lainnya dengan ringan tanpa merasa salah,” ujarnya..

Meskipun ghibah tidak membatalkan namun, menurut Haedar hal tersebut merusak nilai puasa. Seharusnya umat Islam harus berpatokan pada moral baik saat puasa maupun setelahnya.

Haedar mengingatkan agar pengguna Medsos harus mempagari diri dengan akhlak. Menurutnya, harus ada tuntunan Islam dalam menggunakan Medsos.

“Lalu harus ada gerakan pembudayaan tidak ghibah di dunia Medsos,” ujarnya.

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Ketum Pengurus Pusat Muhammadiyah: Ghibah di Medsos Jadi Budaya Baru"