NU: Masyarakat Harus Berinvestasi di Pasar Modal Syariah


Rosa Panggabean/Antara

Pasar modal syariah Tanah Air dipandang berkembang dengan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nahdlatul Ulama (NU) mengajak masyarakat baik muslim maupun nonmuslim untuk berinvestasi di pasar modal syariah terutama setelah diluncurkan reksa dana NU "Cipta NUsantara Syariah Berimbang" jenis campuran pada Jumat (17/6).

"Kami mengajak masyarakat untuk bisa menjadi investor karena potensinya masih sangat besar di pasar modal syariah namun pertumbuhannya masih kecil," kata Ketua Pengurus Besar NU Marsudi Syuhud, di Jakarta, Ahad (19/6).

Marsudi mengatakan dengan adanya produk investasi reksa dana syariah campuran Cipta NUsantara Syariah Berimbang, NU bisa turut menggerakkan industri dan menumbuhkan partisipasi masyarakat di pasar modal syariah yang saat ini masih minim, yakni 0,2 persen dari total penduduk Indonesia.

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pertumbuhan nilai investasi pada pasar modal syariah masih berada di bawah 5 persen. Padahal, saham syariah tumbuh delapan persen per tahun, Nilai Aktiva Bersih (NAB) tumbuh 16,4 persen per tahun, dan outstanding sukuk perusahaan per tahun tumbuh 3,9 persen, namun dari sisi nilai tidak mencapai 5 persen.

Karena itu, NU terus menyosialisasikan Cipta NUsantara melalui jaringan kepengurusan 52.282 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dan 14 negara. Selain itu, ia berharap baik warga NU yang mencapai lebih dari 83 juta orang maupun warga nonmuslim Indonesia, juga bisa berkontribusi di pasar modal syariah sekaligus berdonasi.

Adapun donasi dilakukan dengan cara menghibahkan modal pokok dan atau perolehan imbal hasil kepada NU untuk membantu kegiatan dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi dan kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

 

Category: Ekonomi
No Response

Leave a reply "NU: Masyarakat Harus Berinvestasi di Pasar Modal Syariah"