Oposisi Moderat Suriah akan Langgar Gencatan Senjata jika Serangan Terus Berlangsung


1018974133ALEPPO, muslimdaily.net – Kelompok oposisi Suriah mengatakan bahwa mereka tidak akan lagi mematuhi kesepakatan gencatan senjata kecuali tentara rezim Suriah mengakhiri serangan yang menargetkan posisi mereka di pinggiran kota Damaskus dalam waktu 48 jam, Aljazeera melaporkan Ahad (22/05/2016).

Sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh hampir 30 kelompok oposisi moderat yang beroperasi di Suriah, mengatakan mereka akan menganggap gencatan senjata benar-benar runtuh ​​jika serangan oleh rezim Syiah Suriah dan pasukan sekutu Hizbullah Lebanon tidak berhenti dalam dua hari.

Penandatangan pernyataan, yang meliputi kelompok oposisi yang didukung Barat dan kelompok oposisi yang didukung Turki yang beroperasi di garis depan utama di utara dan selatan Suriah, mengatakan bahwa setelah periode dua hari berakhir, oposisi akan merespon dengan semua cara yang sah untuk membela warga sipil yang tinggal di daerah tersebut.

Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutu mereka Syiah Hizbullah Libanon merebut wilayah di tenggara ibukota yang luas pada hari Kamis. Kota Daraya yang dikuasai oposisi anti-Assad, yang terletak hanya beberapa kilometer (mil) dari istana Bashar al-Assad di Damaskus, juga diserang untuk pertama kalinya sejak kesepakatan gencatan senjata parsial yang dibuat oleh Moskow dan Washington, mulai berlaku pada akhir Februari.

Dalam pernyataan bersama mereka, oposisi mengatakan serangan lanjutan oleh tentara rezim dan sekutunya di wilayah yang mereka kuasai yang terkepung di sekitar Damaskus dan benteng-benteng mereka di kota utara Aleppo dan provinsi Idlib menimbulkan dampak rusaknya upaya perdamaian.

Faksi oposisi moderat sedang mempertimbangkan untuk menarik diri dari proses politik yang sia-sia, kata mereka, yang hanya memberikan perlindungan yang sah bagi rezim kriminal Assad dan sekutunya untuk melanjutkan penyerangan dan pembantaian.”

Rezim Suriah melanggar gencatan senjata pada bulan ini setelah menuduh oposisi melanggar perjanjian dengan menembaki daerah yang dikontrol rezim, namun oposisi membantah dengan mengatakan bahwa serangan tersebut adalah hanya serangan balasan.

Sementara itu, serangan udara Rusia menghantam satu-satunya jalan ke daerah-daerah yang dikuasai oposisi di kota Aleppo pada hari Ahad dalam serangan terberat sejak Februari, seorang pejabat oposisi dan monitor mengatakan, membahayakan akses menuju suatu daerah di mana sekitar 300.000 warga Suriah tinggal.

Mereka mengatakan pesawat tempur Rusia telah melakukan serangan di jalan Castello, yang masih terbuka tapi berbahaya.

Observatorium Suriah untuk kelompok HAM mengatakan jalan tersebut telah terkena serangan udara yang meningkat dalam seminggu, dan serangan hari Ahad adalah yang paling intens.

Sebuah gencatan senjata parsial yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Rusia pada bulan Februari menjadi berantakan, pertempuran dan pemboman di Aleppo memainkan peran besar dalam keruntuhan perjanjian.

Ratusan warga sipil tewas dalam serangan udara Rusia dan Assad di daerah perumahan di kota-kota dan kota-kota yang dikuasai pejuang Suriah di pekan terakhir.

Pertemuan menteri utama kekuatan asing di Wina pekan lalu gagal menghidupkan kembali gencatan senjata atau menetapkan tanggal baru untuk memulai kembali perundingan perdamaian Suriah.

Kota Daraya, juga dekat ibukota, adalah salah satu kota pertama yang meletus dalam aksi protes melawan rezim Syiah Assad pada tahun 2011. Dan sekarang Kota ini berada di bawah pengepungan yang ketat oleh rezim dan sekutunya sejak akhir 2012.

Category: Internasional
No Response

Leave a reply "Oposisi Moderat Suriah akan Langgar Gencatan Senjata jika Serangan Terus Berlangsung"