Thursday 8th April 2021

Pecat 1 Juta PNS dan Datangkan Ribuan Buruh China, Jokowi Antek Neolib dan Kapitalis


Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping saat pertemuan bilateral di Beijing (IST)


(Petunjuk Al-Qur’an Dalam Menyikapi Orang Yang Janjinya Tidak Bisa Dipegang)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) seorang neolib dan kapitalis karena punya rencana merumahkan 1 juta PNS, tetapi mendatangkan ribuah buruh dari China

“Akhirnya terbuka sudah kedok Jokowi sebagai antek neolib dan kapitalis, dengan menciptakan kebijakan yang berdampak pada PHK buruh besar-besaran, dan rencana pemecatan 1 juta PNS dengan alasan efesiensi anggaran negara,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono kepada suaranasional, Selasa (31/5).

Kata mantan aktivis PRD ini, pemerintahan Jokowi justru menjadikan Indonesia sebagai surga bagi buruh asing untuk mencari nafkah. Hal ini, sambung dia, terkait kesepakatan pemerintah Indonesia dengan para investor China.

“Persetujuan itu memperbolehkan investasi China dengan memperkerjakan buruh dari China mulai dari buruh Un-skill hingga advance buruh,” ungkap Arief.

Arief mengatakan, kebijakan Jokowi tersebut tidak sesuai janji mantan Wali Kota Solo dalam kampanyenya yaitu menciptakan 10 juta lapangan kerja baru dalam 5 tahun, dan hanya tinggal janji saja.

“Menciptakan 10 juta lapangan kerja baru dalam 5 tahun bagaikan ‘jauh panggang dari api’, tahun depan mulai 2017 hingga 2019 pemerintahan Jokowi akan melakukan pemecatan hingga 1 juta PNS,” pungkas Arief.*/suaranasional.com – 01/06/2016

***

Lukai Hati Rakyat Indonesia, Jokowi Datangkan Ribuan Buruh Asal China Bekerja di Banten & Papua

Pekerja cina

JAKARTA (Panjimas.com) – Saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu, pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjanji bakal menciptakan 10 juta lapangan baru jika terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia pada Pilpres tanggal 9 Juli 2014 lalu.

Menurut Jokowi, langkah itu diambil guna menekan angka pengangguran di Tanah Air. “Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun,” kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (3/7/14).

Sejarah kemudian mencatat jika Jokowi-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Dan ternyata, janji 10 juta lapangan kerja itu pun sepertinya akan dipenuhi. Namun anehnya, 10 juta lapangan kerja yang dimaksud ternyata diperuntukkan bagi warga China (RRC) yang akan berkerja di Indonesia dalam banyak proyek besar infrastruktur yang diteken oleh Jokowi dengan Pemerintah Komunis China (PKC).

Menurut kesaksian seorang karyawan yang masih bekerja di Bayah, Provinsi Banten, sudah beberapa bulan ini tengah dikerjakan suatu proyek infrastruktur besar dimana para pekerjanya didatangkan langsung dari China.

“Para pekerjanya orang-orang China. Tapi heran saya, orang-orang itu sepertinya tidak berpendidikan, jorok-jorok. Maaf, buang air besar saja sembarangan. Tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak bisa baca tulis. Sepertinya, mereka ini dari golongan masyarakat paling bawah di RRC sana dan dikirim ke sini,” ujarnya sepeti dilansir Eramuslim.

Ketika ditanya apakah para pekerja kasar itu akan dikembalikan ke China setelah proyek ini berakhir, seorang narasumber Eramuslim yang dekat dengan petinggi proyek itu menggelengkan kepala.

“Belum tahu, tapi sepertinya tidak. RRC itu surplus penduduk, dan sepertinya mereka sengaja mengekspor orang-orangnya yang tidak berpendidikan ke Indonesia untuk nanti bisa tinggal di sini. Saya sedih melihat kelakuan pejabat-pejabat kita yang sama sekali tidak punya rasa nasionalismenya sekarang ini,” ucapnya.

Tak Hanya Banten, Papua Juga Diserbu Tenaga Kerja China

pekerja cina di papua

Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga didatangkan untuk bekerja di Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Jumlahnya sudah ratusan, tidak pakai visa tenaga kerja asing, semua visa wisata. Sementara yang dipulangkan karena paspornya bermasalah. Hal ini menjadi pemicu konflik di masyarakat lokal Papua, sebab sampai pekerjaan kasar seperti buruh bangunan juga asli dari China.

Itu baru di Banten dan Papua. Belum lagi di banyak daerah. Sebab itu jangan heran jika sekarang ini di mana-mana banyak berkeliaran orang-orang China. Rekayasa demografi sepertinya tengah terjadi di Indonesia yang akan menyingkirkan kaum pribuminya.

Hal ini tentu menyakiti rakyat Indonesia. Sayangnya, hal ini malah berjalan di bawah restu rezim Jokowi-JK sekarang ini. Akankah anak bangsa akan terus asyik menggosok batu akik saja tanpa memikirkan anak cucu kita kelak? [GA]

***

Petunjuk Al-Qur’an Dalam Menyikapi Orang Yang Janjinya Tidak Bisa Dipegang

وَإِن نَّكَثُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُم مِّنۢ بَعۡدِ عَهۡدِهِمۡ وَطَعَنُواْ فِي دِينِكُمۡ فَقَٰتِلُوٓاْ أَئِمَّةَ ٱلۡكُفۡرِ إِنَّهُمۡ لَآ أَيۡمَٰنَ لَهُمۡ لَعَلَّهُمۡ يَنتَهُونَ ١٢ [سورة التوبة,١٢]

(12) Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti [At Tawbah,12]

https://www.nahimunkar.com/jokowi-pilih-islam-atau…/

***

Jokowi Pilih Islam atau Kemusyrikan?

Joko mandi kembang mobil esemka

Foto/ edukasi.kompasiana.com

Jokowi melakukan upacara Mandi Kembang Mobil Esemka: Menyambut Prestasi dengan Kemusyrikan.Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar Wilujengan (selamatan) dan Jamasan (ritual memandikan) Mobil Esemka, malam Jum’at (23/02/2012). Selain sesajen, rangkaian bunga pandan, melati, kantil juga menjadi hiasan aksesori mobil untuk penolak bala. (lihat artikel Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah  di nahimunkar.com)

Seseorang dapat dinilai dari sepak terjang dalam hidupnya, ucapannya, bahkan ucapan yang mlipir-mlipir (tidak terang-terangan) pun dapat disimpulkan pula oleh orang lain. Sehingga apa yang disebut lahn qaul (kiasan-kiasan perkataan) pun menjadi tanda-tanda bagi pelakunya, ke arah mana dia berjalan, dan ke mana pula pembelaannya.

Dalam hidup ini hanya ada dua pilihan: pilih Tauhid/ Iman atau pilih kemusyrikan/ kekafiran. Bila seseorang sudah memilih Islam, maka wajib menolak syirik secara mutlak. Tidak boleh Islam dicampuri syirik sedikitpun. Karena syirik (menyekutukan Allah dengan lain-Nya) itu dosa paling besar. Pelakunya tidak diampuni bila sampai mati belum bertaubat. Resikonya, orang musyrik (pemeluk kemusyrikan) adalah haram masuk surga, kekal di neraka.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ(6)

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS Al-bayyinah/ 98: 6).

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS Al-Maaidah: 72).

Oleh karena itu, dalam Islam, keyakinan (keimanan, biasa disebut aqidah) itu harus bersih sama sekali dari kemusyrikan. Tidak boleh tercemar sama sekali dengan kemusyrikan. Setiap individu Muslim wajib menjauhi kemusyrikan. Bahkan bila mampu maka memberantasnya. Karena kemusyrikan itu lebih dahsyat bahayanya dibanding penjahat yang membunuh manusia. Karena Allah telah berfirman:

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ  [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Bila seorang mengaku muslim namun mengajak kepada kemusyrikan, maka sebenarnya lebih kejam dibanding membunuh. Sedangkan membunuh satu orang Muslim tanpa haq, maka sangat berat resikonya, karena membunuh satu jiwa bagai membunuh semua orang, dalam Al-Qur’an.

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. (QS Al-Maaidah: 32).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang Muslim. ( HR. AN-NASA-I (VII/82), dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu. Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi (no. 1395). Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih Sunan an-Nasa-i dan lihat Ghaayatul Maraam fii Takhriij Ahaadiitsil Halaal wal Haraam (no. 439).

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan dahsyatnya siksa bagi pembunuh orang mu’min dengan sengaja:

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا  [النساء : 93]

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.(QS AN-NISAA’/4: 93)

Sebegitu dahsyatnya nilai kejahatan membunuh orang mukmin, namun masih lebih kejam dan jahat lagi bila yang dibunuh itu imannya, yaitu dikembalikan kepada kemusyrikan. Entah itu dengan mempertontonkan kemusyrikan, mengajarkan kemusyrikan atau mempraktekkannya lalu disiarkan kepada umum. Oleh karena itu, bila ada orang apalagi tokoh yang melakukan seperti itu, pantas diwaspadai bahkan perlu diberantas.

***

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Pecat 1 Juta PNS dan Datangkan Ribuan Buruh China, Jokowi Antek Neolib dan Kapitalis"


Top