Saturday 19th June 2021

Perda Ramadhan 30 Hari (Media Ribut), Perda Kebaktian Minggu 52 Hari (Media Mingkem)


Media Itu Meributkan Perda Ataukah Membidik Islam?

Di Papua, Mama-mama Berjualan di “Hari Minggu” Disweeping dan Disita (Media Mingkem)

Razia warung makan di kota Serang, Banten, yang buka saat siang hari di bulan Ramadhan (Media Ribut)

Padahal, Perda untuk kepentingan Kristen di Papua sampai 52 hari dalam setahun, sedang peraturan yang dianggap berkaitan dengan Islam di Serang itu hanya 32 dalam setahun, itupun hanya sebagian dari hari. Jadi sebenarnya media-media itu anti Islam atau mempersoalkan perda?

Inilah beritanya.

***

Perda Ramadhan 30 Hari, Perda Kebaktian Minggu 52 Hari: Anda Meributkan Perda atau Islam?

infografis

[portalpiyungan.com] Kepada Pejabat Pemerintah, Media, Tokoh Agama dan Seluruh Masyarakat Yang Menolak Perda Larangan Berjualan Di Siang Hari selama Ramadhan:

“Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan”

Jangan mengkaitkan kelalaian atau ketidak manusawian Satpol PP yang bertugas dalam penertiban dengan

Perda Ramadhan/Perda Syariah.

INFO GRAFIS DI ATAS Menunjukan kemunafikan sebagian pihak dalam memandang PERDA SYARIAT.

Bandingkan PERDA/EDARAN yang mengatur RAMADHAN dengan KEBAKTIAN MINGGU.

Perda Ramadhan hanya 30 hari dalam setahun, dan itupun tidak 24 jam, tetap buka jam 16.00-Sahur.

Sedang Instruksi Bupati-bupati di Papua melarang aktivitas perdagangan di Hari Minggu, 52 hari dalam setahun.

(Baca: Di Papua, Tak Taati Instruksi Bupati, Mama-mama Berjualan di “Hari Minggu” Disweeping dan Disita)

Anda meributkan Perda Ramadhan yang mengatur penjual makanan selama 30 hari tapi diam terhadap Perda Kebaktian Minggu yang mengatur perdagangan selama 52 hari.

YANG ANDA RIBUTKAN PERDA ATAU ISLAM?/portalpiyungan.com/Senin, 13 Juni 2016

***

Di Papua, Mama-mama Berjualan di “Hari Minggu” Disweeping dan Disita

mama berjual di hari minggu

Media dan orang-orang nifaq tidak ada yang peduli kalau perda larangan berjualan di waktu-waktu suci agama lain diberlakukan di daerah non muslim. Mereka hanya ribut kalau ada perda syariah di daerah mayoritas muslim.

Di Papua orang-orang sana dilarang berjualan di hari Minggu atas keimanan mereka pada agamanya. Kalau di Lebak Banten cuma pedagang makanan yang diatur agar berjualan di Sore hari, kalau di Papua seluruh kegiatan berjualan dillarang hingga jam 14.00.

Tak Taati Instruksi Bupati Jayawijaya, Mama-mama Berjualan di Hari Minggu Disweeping

Wamena – Tak menaati instruksi Bupati Jayawijaya nomor 03 tahun 2013 tentang larangan aktivitas perdagangan di hari minggu, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo bersama anggota Satpol PP yang dibackup anggota Polres Jayawijaya, melakukan sweeping

ke sejumlah pasar, Minggu (2/11).

Dari sweeping tersebut, puluhan mama-mama penjual sayur mayur diangkut dan dikumpulkan di kediaman bupati untuk mendapatkan kompensasi dan arahan.

“Sebenarnya kita sudah berkali-kali ingatkan, tidak boleh jualan hari minggu, tetapi tidak dihiraukan, kita ini kan bukan bangsa kafir, kita warga beriman kepada Tuhan, masyarakat harus sadar bahwa Tuhan sudah kasih kesempatan 6 hari untuk kerja, dan hari minggu diwajibkan pergi ibadah,” ujar Wempi Wetipo kepada wartawan.

“Masa saudara-saudara muslim bisa mengikuti instruksi menutup kios-kios pada hari Minggu dan membuka kios mulai dari pukul 14.00 WP, kenapa mama-mama yang di pasar kebanyakan Kristen tidak bisa lakukan,” tambah Wetipo.

Karena itu, pemerintah sweeping dan menyita barang jualan mama-mama di pasar.

“Hari ini kita menyita sayur dan jualan, mulai minggu depan tidak boleh lagi berjualan, kalau hari ini kita beri kompensasi, tetapi kalau minggu depan masih ada yang berjualan, jualannya kita sita dan tidak ada kompensasi,” katanya.

Sumber: tabloidjubi.com/portalpiyungan.com

***

Category: Nasional
No Response

Leave a reply "Perda Ramadhan 30 Hari (Media Ribut), Perda Kebaktian Minggu 52 Hari (Media Mingkem)"


Top