Vladimir Putin, Sosok ‘Pembunuh’ Berdarah dingin

0 63


putinMuslimdaily.net – Vladimir Putin,  politikus berkebangsaan Rusia yang menjabat sebagai  Presiden hingga kini menduduki jabatannya sejak 7 Mei 2012 lalu. Sebelumnya, Putin pernah menjadi Presiden Rusia periode 2000–2008 serta Perdana Menteri Rusia periode 1999–2000 dan 2008–2012. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Partai Rusia Bersatu.

Putin lahir pada tanggal 7 Oktober 1952 di St Petersburg  yang pada saat itu dikenal dengan nama Leningrad. Dia sebagai anak tunggal karena kedua saudaranya meninggal ketika masih kecil, yang pertama ketika lahir yang kedua karena dipteri.

Sekalipun mengakui pemerintahan Komunis, Putin dibaptis berdasarkan kepercayaan Gereja Ortodoks. Ketika masa muda, sering dipanggil Putka. Ayahnya, Vladimir Spiridonovich Putin, adalah karyawan lepas dari sebuah pabrik dan meninggal pada bulan Agustus 1999. Ibunya Maria Ivanovna Putina, meninggal 6 bulan lebih awal.

Semua orang pasti mengenal sosok Putin, lelaki yang pernah dianggap sebagai drakula oleh rakyatnya sendiri ini, sentar terdengar ditelinga masyarakat muslim terkhusus Indonesia ketika Rusia mulai melakukan penyerangan pertamanya di Suriah diakhir tahun 2015 lalu.

Kini lebih dari 250.000 korban dan jutaan masyarakat di Suriah menjadi saksi atas dahsyatnya serangan Rusia di salah satu negara wilayah Syam itu. Ribuan ton bom yang tiap hari menjatuhi kota-kota serta hujan peluru yang selalu menyiram wilayah Suriah menjadi kerja yang menggembirakan bagi Putin dan rekannya Assad di tengah teriakan, tangisan dan cucuran darah anak-anak serta wanita Suriah.

kerusakan akibat perang SuriahKejahatan Putin bukan sampai disitu saja, senjata kimia yang membunuh ribuan masyarakat pada pertengahan dan akhir tahun lalu juga diyakini dunia sebagai tindakan yang dilakukan oleh rezim Suriah, Assad dan Moskow.

Louay al – Mokdad , juru bicara Pasukan Pembebasan Oposisi (FSA) mengecam tindakan Rusia atas serangan senjata kimia di Suriah. Menurutnya tindakan Rusia terlewat kejam dan tak manusiawi.

“Kami, sebagai pejuang revolusioner, menolak inisiatif Rusia sama sekali. Masalahnya bukan hanya senjata kimia. Masalah utama bahwa rakyat sipil Suriah tewas setiap hari dengan semua jenis senjata”, ungkapnya kepada The Daily Telegraph.

Sementara itu Presiden Turki, Racep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Rusia secara aktif baik berupa dukungan juga tindakan telah mendukung Rezim Assad dalam serangan bom kimia yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Saya kesulitan memahami pernyataan Putin, bahwa Rusia akan bertindak jika Barat mengungkapkan bukti otentik bahwa rezim Bashar al-Assad telah menggunakan senjata kimia yang telah menewaskan lebih dari 1.300 jiwa,” ungkap Erdogan saat dimintai pendapat tentang perkembangan terbaru di Suriah, seperti dilansir Today Zaman.

“Anda akan membunuh orang dengan pesawat, itu tidak anda sebut sebagai kejahatan. Tapi, ketika Anda mengunakan senjata kimia, Anda tidak menyebut itu sebagai sebuah kejahatan,” ungkap Erdogan.

putinMeski Rusia telah telah mengumumkan penarikan pasukannya dari Suriah. Namun ratusan pesawat dan ribuan ton bom masih dijatuhkan ke kota-kota Suriah setiap harinya. Rusia sampai saat ini masih menjadi pihak yang paling banyak mensuplai persenjataan ke Suriah dan Iran untuk melawan kekuatan rakyat Suriah.

Tak sampai disitu, peran Rusia dalam perang Ukraina yang pecah belum lama ini juga menjadi data kejahan tersendiri bagi pimpinan Rusia itu. Sampai saat ini Organisasi HAM internasional mencatat, sekitar 6.000 orang menjadi korban dalam perang antara pemberontak pro Rusia dan pemerintah Ukraina.

Jumlah korban tewas tetap mencapai ribuan walaupun gencatan senjata kali ini dianggap sukses. Ratusan korban tewas -militer dan sipil- dalam pertempuran antara pasukan Ukraina dengan tentara separatis pro-Rusia di dekat bandara Donetsk dan di wilayah Debatseve.

Komisaris Tinggi untuk HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein mengatakan bahwa angka tersebut menunjukkan “kerusakan yang besar terhadap kehidupan warga sipil dan infrastruktur Ukraina.”

putinAtas kejahatan-kejahatannya, tidakkah Putin pantas jika diberi gelar sebagai pemimpin berdarah dingin. Ribuan saudara-saudara kita tewas setiap harinya akibat serangan dari moncong senjata dan ledakkan bom yang menggempur wilayah Suriah di bawah kekuasaanya.

 

Category: Internasional
No Response

Leave a reply "Vladimir Putin, Sosok ‘Pembunuh’ Berdarah dingin"